Allah yang Tidak Menyesal

“… _Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?_” Kejadian 3:8-9
Dalam kisah mitologi Yunani diceritakan ada dewa Epimetheus yang diutus ke dunia oleh Zeus untuk membantu kesusahan manusia di bumi. Suatu ketika Epimetheus memperingatkan Pandora (dewi yang diutus Zeus untuk dinikahi Epimetheus) untuk tidak membuka kotak miliknya, namun karena rasa keingintahuan yang besar, Pandora diam-diam membuka kotaktersebut.
Rupanya segala kesusahan dan kesulitan keluar begitu saja dari kotak tersebut. Mengetahui hal tersebut Pandora sesegera mungkin menutup kembali kotak tersebut dan menyisakan satu hal saja tinggal di dalam kotak tersebut yaitu ‘Harapan’. Maka menurut mitos tersebut sebetulnya ingin mengisahkan perihal mengapa hari ini ‘Harapan’ selalu muncul belakangan ketika kesulitan dan kesusahan terjadi di dalam kehidupan manusia. Secara singkat, Zeus menghukum Pandora untuk bertanggung jawab atas kesalahannya tersebut untuk terus menjaga dan membuka kotak tersebut ketika kesulitan dan kesusahan terjadi di dunia.
Dalam kisah tersebut, memperlihatkan dewa yang dapat melakukan kesalahan sekaligus mempertontonkan wajah dewa yang menagih si pembuat kesalahan untuk menebus dan menyelesaikan kesalahannya itu sendiri. Namun tidak demikian dengan Allah yang dipercayai oleh kekristenan. Dalam Kejadian 3, dituliskan bahwa kondisi hubungan yang baik ini akhirnya rusak oleh karena Adam dan Hawa melanggar ketetapan Allah dengan memakan buah pohon pengetahuan yang balk dan yang jahat, yang dilarang oleh Allah untuk dimakan. Kondisi manusia yang berdosa membuat manusia tidak berani mendekati Allah dan memiliki kecenderungan untuk menjauh dan memberontak kepada Allah (Roma 3:10-12; 23).
Bahkan kejatuhan Adam dan Hawa terus dilanjutkan serta diwariskan pada generasi selanjutnya, manusia terus semakin jahat dan semakin memberontak kepada Allah. Allah berduka dan sedih karena ketidaktaatan dan pemberontakan manusia tersebut. Namun Allah tidak menyesal telah menjadikan manusia, la tetap mengasihi manusia ciptaan-Nya. Karena kasih-Nya, apapun ditempuh-Nya untuk menyelamatkan manusia sang kekasih itu. Karena kasih-Nya Allah meneguhkan hati untuk menebus anda dan saya. Jika hari ini anda melakukan dosa jangan menjauh, kasih-Nya cukup kuat untuk mengharapkan anda dan saya bersedia kembali kepada-Nya. Amin [MK]
Question:
1. Apakah Allah menyesal menciptakan manusia yang pada akhirnya jatuh dalam dosa? Mengapa?
2. Mengapa Tuhan sangat mengasihi manusia ciptaan-Nya?
Values:
Setiap warga Kerajaan tahu bahwa Allah begitu mengasihinya, dia tidak akan mendukakan-Nya dengan berlaku dosa.
Kingdom Quote:
Tuhan sedih atas ketidaktaatan dan pemberontakan kita, namun Dia tidak menyesal menciptakan kita dan akan terus mengasihi kita.
See also  Warisan Rohani

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*