Rasa Bersalah Penular Virus

“_Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal_!” Mazmur 139:23-24
Banyak orang yang tanpa sengaja telah menularkan virus corona pada kerabat atau teman kerjanya, mengalami rasa bersalah yang berat. Orang-orang tersebut sebelumnya tidak menyadari bahwa dirinya terpapar virus, dan kemudian menularkannya saat pulang ke rumah, atau mungkin saat bertemu dengan tetangga atau rekan kerja. Bahkan ada orang tua yang kemudian depresi karena menemukan anaknya harus terpapar virus yang tanpa sengaja ia tularkan. Di beberapa tempat malah ada dampak sosial yang ditimbulkan ketika masyarakat masih menyalahkan penderita, serta menganggap terpapar virus adalah aib bagi keluarga, dan harus ditutup-tutupi, yang kemudian justru menambah rasa bersalah mereka yang sebenarnya sedang menderita sakit.
Jika berurusan dengan Covid-19, ingatlah bahwa virus itu tidak bersifat pribadi. Datangnya penyakit apapun, tidak semuanya akibat dari kesalahan atau kelalaian kita. Dalam banyak kasus, mereka yang sudah menjaga diri sedemikian rupa untuk tidak terpapar virus, tetap menjumpai diri mereka terpapar. Justru perasaan bersalah yang berlebihan, jika tidak segera diatasi dapat berakibat buruk bagi kehidupan. Kita akan merasa tertekan sekaligus merasa sulit untuk maju dalam hidup. Jika sudah demikian, bisa saja kita mengalami depresi, dan justru memperburuk keadaan.
Rasa bersalah biasanya datang akibat menjumpai diri telah melanggar aturan atau hukum tertentu. Tidak bisa menerima bahwa diri sendiri telah melakukan kesalahan yang membahayakan atau merugikan orang lain, bahkan yang dikasihi. Lalu apa yang semestinya kita lakukan saat dihantui rasa bersalah?
Yang pertama, mengakui pada Tuhan semua dosa atau kesalahan yang kita ketahui. Jika berdiam diri, rasa bersalah akan membuat kita tertekan, tulang-tulang menjadi lesu, siang malam merasa tertekan berat. Oleh karena itu, kesalahan yang kita perbuat perlu diakui dengan berani di hadapan Tuhan agar terbebas dari rasa tertekan.
Yang kedua, berusaha bertanggung jawab untuk memperbaiki perbuatan salah yang dilakukan, tentu dengan kasih karunia Tuhan yang memampukan. Yang ketiga, menyerahkan semua pada Tuhan, membiarkan Tuhan bekerja, untuk menghibur, mengampuni, dan membuat keadaan menjadi lebih balk. Yang keempat, melawan tuduhan atau intimidasi dari si jahat, dengan tetap percaya bahwa dalam rancangan Allah bagi yang dikasihi-Nya, tidak ada rancangan kecelakaan. Percayalah, Tuhan mengasihimu. [JB]
Question:
1. Apakah Anda pernah dihantui rasa bersalah? Apa yang Anda lakukan untuk mengatasinya?
2. Apakah Anda percaya bahwa Tuhan bisa membalikkan keadaan yang buruk dalam sekejab bisa menjadi sangat baik?
Values:
Tuhan adalah setia dan adil, Dia akan mengampuni dan menyucikan kita dari segala kejahatan ketika kita mengakui segala kesalahan kita di hadapan Tuhan. (1 Yohanes 1:9)
Kingdom Quote:
_Perasaan bersalah tidak akan memperbaiki keadaan. Mengakui kesalahan dan membiarkan Tuhan bekerja, itu yang bisa membalikkan keadaan.
See also  Hurufiah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*