Harta, Tahta dan Cinta

“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” 1 Yohanes 2:16
Kita sering mendengar sebuah ungkapan harta, tahta dan cinta adalah godaan terbesar manusia. Tidak hanya kaum pria saja yang bisa mengalami godaan tersebut, tetapi wanitapun bisa digoda dan jatuh karenanya. Jadi, tidak terkecuali semua kita bisa digoda dan jatuh karena harta, tahta dan cinta.
Alkitab sudah memperingatkannya ribuan tahun yang lalu dengan godaan melalui keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Bahkan Tuhan Yesus pun pernah dicobai dengan pencobaan-pencobaan ini (Matius 4:1-11), jadi pencobaan yang sama juga bisa kita alami saat ini.
Tidak ada yang salah dengan harta karena dengan harta seseorang bisa menolong orang lain yang kesusahan, tetapi karena harta pula seseorang bisa menjadi tamak, mementingkan diri sendiri dan tidak lagi berpusat kepada Allah. Alkitab mencatat begitu banyak ayat tentang uang, kepemilikan harta, dan juga pengelolaannya. lni artinya Tuhan sangat memperhatikan keuangan dan bagaimana sikap kita terhadapnya.
Tidak ada yang salah pula dengan tahta karena dengan jabatan tinggi dimiliki seseorang bisa sangat efektif membangun dan memberi pengaruh yang baik bagi banyak orang, tetapi, banyak orang juga justru karena punya jabatan tinggi malah terlibat korupsi, cenderung mengandalkan diri sendiri dan menyalahgunakan kekuasaan yang dimiliki.
Demikian juga dengan cinta karena dengan menemukan cinta yang tepat, seseorang bisa semakin mengasihi Tuhan, pasangan dan keluarga, tetapi karena cinta juga, sesorang bisa saja jatuh dalam dosa percabulan, perzinahan dan perselingkuhan.
Ada tiga disiplin rohani yang bisa kita latih supaya kita bisa menang menghadapi godaan-godaan tersebut. Disiplin yang pertama adalah menabur dan memberi. Seseorang yang terlatih untuk menabur dan memberi maka tidak sulit baginya untuk melepas segala harta yang dimilikinya ketika melihat kebutuhan orang lain dan ia akan lebih mengutamakan Kristus lebih daripada hartanya.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:10)
Disiplin yang kedua adalah berdoa. Ketika kita berdoa, kita sedang melatih diri kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menanggalkan status serta jabatan kita di dunia. Dengan berdoa kita tidak lagi mengandalkan jabatan yang kita miliki melainkan mengandalkan Tuhan sepenuhnya serta menaruh pengharapan kita hanya kepadaTuhan (Yeremia 17:7).
Dan disiplin yang ketiga adalah berpuasa. Tujuan berpuasa adalah untuk mendisiplinkan tubuh agar dapat menguasai diri. Ketika kita dapat menguasai diri maka kita dapat mematikan segala sesuatu yang duniawi yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala (Kolose 3:5). Anda mengerti? [RSN]
Question:
1. Apa godaan terbesar dalam hidup manusia?
2. Bagaimana kita melatih diri mengatasi godaan-godaan tersebut?
Values:
Orang yang dewasa menyadari kelemahannya dan senantiasa berjaga-jaga agar tidak jatuh ke dalam dosa.
Kingdom Quote:
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:27)
See also  Mujizat Bukan Untuk Pemalas

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*