Integrasi Diri (Pribadi Utuh)

“Semoga, Allah damai sejahtera sendiri menguduskan kamu seluruhnya. Kiranya roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara seluruhnya, tanpa cacat pada kedatangan Tuhan kita, Kristus Yesus.” 1 Tesalonika 5:23
Tahun 2006 pernah tercatat sebuah peristiwa menghebohkan dalam dunia olah raga khususnya sepak bola. Dalam sebuah event olah raga terbesar, yaitu Piala Dunia Fifa World Cup, dimana dalam pertandingan final antara Perancis melawan Italia terjadi sebuah peristiwa yang selalu menjadi catatan kelam seorang maestro bola Zinedine Zidane yang menyundul atau menyeruduk bukan bola melainkan badan pemain Italia Materazi.
Peristiwa tersebut dirasa begitu mencengangkan karena Zinedine Zidane dikenal sebagai pemain yang cool, tidak temperamental, memiliki skill sepakbola yang luar biasa sehingga mendapat julukan sang Maestro. Namun karena sebuah kata-kata provokasi akhirnya tiba-tiba menunjukkan sebuah perilaku tidak terkontrol.
Secara psikologis perilaku tersebut menunjukkan adanya ketidakutuhan diri, kerapuhan diri saat menghadapi sebuah kondisi tekanan. Integrasi secara umum berarti sebuah kesatuan yang utuh. Lawan kata dari ‘integrasi’ yaitu kondisi ‘disintegrasi’ yaitu sesuatu yang tidak utuh, terpecah belah.
Salah satu ciri pribadi yang tidak utuh adalah munculnya reaksi emosi, perilaku yang buruk meskipun di sisi lain pribadi tersebut nampak begitu baik-baik saja.
Firman Tuhan pernah menggambarkan cerita beberapa tokoh hebat Alkitab yang tiba-tiba bisa melakukan perbuatan buruk, misalnya Musa yang dikenal lemah lembut, tapi begitu marah memukul batu, Daud yang begitu mengasihi Tuhan namun merencanakan pembunuhan Uria demi memiliki Batsyeba.
Yakub yang miliki banyak pengalaman supranatural berjumpa dengan Tuhan terus berupaya lakukan tindakan intrik, pengecut saat akan bertemu dengan Esau. Mengapa ini bisa terjadi?
Akar dari segala keadaan disintegrasi itu adalah dosa. Dosa menyebabkan rusaknya gambar kemuliaan Allah dalam diri kita (Rm 3:23) dan keterpisahan (Yes 59:2), bukan hanya keterpisahan rohani tetapi juga emosional, moral dan fisik. Salah satu faktor lain penyebab disintegrasi adalah berbagai persoalan emosional masa lalu yang belum terselesaikan.
Firman Tuhan yang kita baca hari ini menunjukkan rencana kasih Allah yang dalam karya kasihNya mengintegrasikan kembali seluruh hidup kita roh, jiwa dan tubuh seutuhnya. Allah memulai karya integrasi hidup manusia ini melalui karya pembenaran dan pendamaian di dalam pengorbanan Kristus. Roma 3:24-25 “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.”
Karya pembenaran menyelesaikan permasalahan disintegrasi karena dosa, sedangkan karya pendamaian Kristus menyembuhkan berbagai luka emosional dan rasa bersalah yang sering memporakporandakan keutuhan hidup kita. Amin. [HA]
Question:
1. Apa yang dimaksud dengan integrasi diri?
2. Pernahkah Anda melakukan hal buruk yang sebenarnya itu yang sangat Anda benci? Bagaimana respon Anda?
Values:
Karya pembenaran menyelesaikan permasalahan disintegrasi karena dosa,sedangkan karya pendamaian Kristus menyembuhkan berbagai luka emosional dan rasa bersalah.
Kingdom Quote:
Kehancuran yang dialami Yesus di kayu salib membuat kita bisa mengalami keutuhan hidup sepenuhnya.
See also  Jangan Berlambat-Lambat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*