Kalibrasi Termometer

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan clan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 2 Timotius 3:16
Saat ini sudah menjadi Standard Protokol Kesehatan pada saat ibadah _on-site_, setiap orang yang memasuki gedung gereja harus dicek dulu suhu tubuhnya. Pada hari itu saya didapati memiliki suhu 34 derajat celcius. Saya sempat kaget dengan hasilnya, dan menyampaikan kepada petugas cek suhu bahwa jika itu benar, maka sebenarnya suhu tubuh saya tidak normal, karena suhu normal manusia adalah 36,5 — 37 derajat celcius.
Jika suhu saya 34 derajat celcius, apakah mungkin saat itu saya sedang mengalami hipotermia (kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat Celcius), atau mungkin thermo gun yang saat itu dipakai harus dikalibrasi ulang.
Apa itu kalibrasi? Kalibrasi menurut wikipedia adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional atas nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur, dengan cara membandingkan terhadap standar satuan ukuran Nasional, maupun internasional yang tersertifikasi. Nilai ukur yang digunakan. Misalnya: alat pengukur suhu tubuh, tekanan darah, kadar oksigen darah. Kalibrasi mulai digunakan saat pengukuran diragukan hasilnya.
Tujuan dari Kalibrasi adalah menjamin hasil pengukuran sesuai standar nasional maupun internasional, kemudian menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai penunjukkan atas suatu instrument ukur. Dengan kata lain kalibrasi harus sering dilakukan untuk menjaga mutu pengukuran yang akurat dan tepat, sesuai dengan standar yang seharusnya.
Dalam kehidupan rohani, kita pun harus senantiasa melakukan kalibrasi. Kalibrasi dengan standard Kerajaan Sorga. Firman Tuhan menjadi acuan utama setiap orang yang menyebut dirinya Warga Kerajaan Sorga, pengikut Kristus. Kalibrasi ini diperlukan untuk “menjamin hasil” buah perilaku atau perbuatan kita, yang tentunya harus mencerminkan Kerajaan Sorga. Selain itu “kalibrasi” ini juga untuk menentukan deviasi, apakah kita sudah tanpa sadar menyimpang dari Firman Tuhan, atau menyimpang dari Kehendak Tuhan.
Dikatakan dalam 2 Timotius 3:16 bahwa Firman Tuhan-lah yang akan menuntun setiap orang, baik mengajar, menegor, memperbaiki perilaku, dan mendidik orang, untuk senantiasa hidup dalam kebenaran. Mari terus mendasarkan hidup kita pada standard kebenaran Firman Tuhan, diri kita harus senantiasa “dikalibrasi setiap waktu”, supaya kehidupan rohani kita presisi kembali sesuai standar Kerajaan Allah, tentunya atas Kasih Karunia dan pertolongan Roh Kudus. Amin. [JB]
Question:
1. Apakah kehidupan Anda setiap hari selalu “dikalibrasi” dengan kebenaran Firman Tuhan?
2. Apakah Anda memiliki kerinduan untuk hidup Anda senantiasa dituntun dengan standard Kerajaan Sorga?
Values:
Alkitab, mampu menuntun setiap orang pada standard Kerajaan Sorga. Baik untuk mengajar, menegor, memperbaiki perilaku, dan mendidik orang, untuk senantiasa hidup dalam kebenaran.
Kingdom Quote:
_Kehidupan orang percaya harus senantiasa melakukan “kalibrasi rohani”, dengan cara merenungkan Firman Tuhan setiap hari._
See also  Tanggung Jawab dan Posisi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*