Kehidupan yang Berbuah

“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. Bapa-Ku akan dimuliakan dengan hal ini, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian, kamu adalah murid-murid-Ku.” Yohanes 15:8
Sebuah ungkapan mengatakan sebatang Pohon Jeruk bisa saja terlihat rindang dan indah, tetapi pohon jeruk belum mencapai tujuannya ditanam sebelum pohon jeruk itu menghasilkan buah yang baik dan dapat dinikmati banyak orang.
Demikian pula dengan kehidupan kita, seringkali kita mengejar sebuah kesuksesan di dalam hidup ini. Kita mengukur sebuah kesuksesan dengan jumlah materi yang kita miliki, seberapa tinggi pendidikan yang sudah kita raih atau jabatan apa yang sudah kita sandang serta berbagai pencapaian-pencapaian lainnya.
Saat kita mengejar sebuah kesuksesan kita tidak pernah merasa puas, sebab di atas sebuah pencapaian akan ada pencapaian- pencapaian lain yang lebih tinggi. Bukan berarti dalam hidup ini kita tidak boleh punya target atau ambisi sebab tanpa adanya sebuah tujuan kita akan menjalani hidup ini dengan sembarangan.
Rencana Tuhan dalam kehidupan kita adalah tidak hanya sebuah kesuksesan yang kita raih, tetapi Tuhan menginginkan sebuah kehidupan yang berbuah.
Suatu ketika, sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu.
Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama- lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya. (Markus 11:12-14).
Pohon ara merupakan sebuah pohon yang mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah, bahkan bisa bertumbuh dengan baik di tanah yang berbatu-batu. Pohon Ara bisa bertumbuh mencapai tinggi 9 meter dan diameter batang mencapai 0,6 Meter.
Daun dan buah pohon ara sangat bermanfaat bagi kehidupan di Timur Tengan pada zaman itu. Daun-daun pohon Ara banyak digunakan sebagai pembungkus makanan dan berbagai kegunaan lainnya. Daunnya yang lebat dan rindang menjadi tempat perteduhan bagi seseorang yang melalukan perjalanan jauh dan membutuhkan Istirahat sementara.
Saat itu yang Tuhan cari adalah buahnya, Tuhan tidak memerlukan daun ara, sekalipun saat itu Tuhan pun ikut berteduh di bawahnya, tetapi Tuhan sedang mencari buah ara. Daun rimbun pada pohon ara seumpama penampilan memikat tetapi kosong, tanpa buah.
Demikian juga dengan kehidupan kita, Tuhan menginginkan hidup kita berbuah sepanjang waktu tanpa mengenal musim. Pastikan hidup kita menghasilkan buah yang bisa dilihat dan dinikmati banyak orang, sehingga keberadaan kita mendatangkan berkat bagi sesama.
Orang lain bisa merasakan perbedaan ketika kita berada di antara mereka dan tentunya kita pun siap menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kalinya.
Mungkin saja kita sangat aktif melayani dan melakukan aktifitas keagamaan tanpa lelah, tetapi apakah yang kita lakukan sudah selaras dengan tujuan dan rencana Tuhan dalam kehidupan kita.
Miliki keyakinan yang benar-benar kuat di dalam Tuhan, bukan hanya karena ikut-ikutan. Akar yang tertanam dengan dalam mampu menopang sebatang pohon besar. Demikian pula, keyakinan yang dalam akan menopang kita untuk tetap teguh saat menghadapi berbagai tantangan berat dan tetap berbuah lebat apapun musimnya. Amin [RSN]
Question:
1. Sudahkah hidup kita menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah?
2. Siapa saja yang merasakan buah-buah dari hidup kita?
Values:
Kehidupan kita harus menghasilkan buah yang bisa dilihat dan dinikmati banyak orang, sehingga keberadaan kita mendatangkan berkat bagi sesama.
Kingdom Quote:
Tuhan tidak sedang menantikan kehidupan kita yang hanya bertumbuh melainkan juga kehidupan yang berbuah.
See also  Hurufiah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*