Khawatir dan Cinta

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”  Matius 6:33
Mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya adalah sebuah pengakuan Allah sebagai Raja di atas kehidupan Anda dan laku hidup menurut firman-Nya. Anda menempatkan kehendak-Nya menjadi prioritas yang utama dalam hidup Anda yaitu Allah dan kebenaran firman-Nya. Karena seluruh firman Allah melukiskan kodrat sejati Allah, tujuan, kehendak dan ketetapan-Nya. Manusia memang tidak cukup pandai mengintropeksi diri — menyelidiki diri sendiri, sehingga Yesus harus mengajak kita untuk belajar pada hewan supaya kita bisa belajar mengenai pencukupan dan pemeliharaan Allah bagi manusia.
Yesus mengatakan, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah la akan terlebih lagi mendandani kamu” (Matius 6:26,30).
Kata khawatir dalam bahasa Inggris adalah _’worry’_. Kata ini diambil dari bahasa Jerman kuno yang artinya mencekik atau tercekik. Bagi Yesus rupanya kekhawatiran merupakan salah satu musuh terbesar dari cinta Allah. Anda dapat bayangkan jika anda mencintai seseorang namun orang tersebut terus mengkhawatirkan dan meragukan cinta anda? Dan tidak disadari kekhawatiran terus berbual-bual dari kehidupan orang-orang Kristen, baik tentang apa yang mereka makan, minum dan pakai.
Banyak orang khawatir mengenai masa depan, usaha atau pekerjaan, masalah keuangan, kesehatan, keluarga, orang tua, dan anak-anak mereka. Tentu ‘khawatir’ adalah manusiawi, namun kekhawatiran yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan hanya akan membutakan kita dan membuat kita kehilangan keyakinan akan cinta Allah dalam firman-Nya yang memelihara kehidupan kita.
Kekhawatiran menjadi perhatian khusus bagi Yesus, suatu kali la menegur murid-murid-Nya saat mereka khawatir, la mengatakan “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta raja pada jalan hidupnya?” (Matius 6:27). Karena Yesus mengingatkan kita semua bahwa kekhawatiran adalah sebuah kenyamanan menikmati kepedihan yang belum datang kepada diri kita. Sadarkah kita sebetulnya kekawatiran adalah kenyamanan akan sesuatu yang belum tentu menimpa kita? Sedangkan cinta adalah rasa percaya pada kasih Allah kita. Anda mengerti? [MK]
Questions:
1. Apakah Anda sering mengkhawatirkan masa depan Anda? Mengapa?
2. Mungkinkah kita terbebas dari rasa khawatir?
Values:
Khawatir adalah manusiawi, namun kekhawatiran yang dilebih-lebihkan hanya akan membutakan kita dan membuat kita kehilangan keyakinan akan cinta Allah.
Kingdom Quote:
Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang balk menggembirakan dia. (Amsal 12:25)
See also  Perang Waktu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*