Medan Cinta Ilahi

Kidung Agung 5:9-6:3

Magnet memiliki gaya tarik yang unik. Magnet akan menarik benda-benda logam tertentu yang berada dalam lingkaran medan magnetnya. Umat Tuhan sejatinya ibarat benda-benda itu. Bila kita tetap tinggal di dalam lingkaran medan cinta ilahi, kita akan dijangkau gaya tarik rahmat Allah yang menyelamatkan. Bagaimana caranya supaya kita bisa selalu mempertahankan diri di dalam medan cinta Tuhan yang kekal?

Bacaan dari Kidung Agung ini mengungkapkan relasi yang menempatkan daya tarik sebagai unsur utama. Ayat 16 menegaskan hal ini: “Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik…” Ketertarikan bersumber dari kekaguman. Rasa kagum itu kemudian melahirkan kata-kata pujian yang manis didengar. Itulah pujian yang jujur dan tulus, yang keluar dari batin yang terdalam. Tidak ada kandungan kemunafikan, apalagi unsur kepalsuan di dalamnya.

See also  Harta, Tahta dan Cinta

Dengan begitu hidup, Kitab Kidung Agung melukiskan kiprah sepasang kekasih yang saling jatuh cinta. Sebuah keagungan kidung yang mencandrakan ulah sepasang kekasih. Yang terkasih mencari dengan cinta, yang tercinta menunggu dengan penuh rindu. Begitulah gambaran hidup berada dalam medan cinta ilahi. Inilah ilustrasi yang paripurna tentang bagaimana kita semestinya berada dalam jangkauan magnet cinta Allah.

Bagaimana caranya supaya kita lestari di dalam medan cinta ilahi? Tak ada pilihan lain kecuali terus mempertahankan sikap hidup bakti. Sikap ini merupakan sikap yang hanya bisa dilahirkan oleh cinta dan hormat, yang mewujudkan pentingnya mengingat dan menguduskan hari Sabat. Hari itulah yang terlebih dahulu diberkati dan dikuduskan Tuhan, yang kemudian didedikasikan sebagai hari kebaktian untuk mengagumi segala karya Tuhan, yakni karya yang menemukan puncak baru pada Minggu Paskah sebagai persembahan kemenangan cinta Allah.

See also  Merdeka Dalam Kristus

Jadilah kemudian, hari Minggu dibaktikan sebagai puncak ibadat harian umat beriman. Ibadat dan kebaktian pun memiliki arti penting demi menjaga hidup kita tetap tinggal di pusaran medan cinta ilahi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Website Protected by Spam Master