Menjadi Dewasa

“sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,” Efesus 4 :13
Kita sering mendengar sebuah ungkapan yang mengatakan: “menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan”. Dalam kehidupan ini, akan ada fase-fase di mana tubuh kita bertumbuh dan menjadi tua.
Setiap hari selalu ada pertumbuhan dan perkembangan, selalu ada sesuatu yang baru dan berbeda dalam kehidupan ini. Pada saat kita anak-anak tentunya berbeda dengan kehidupan kita saat remaja, dewasa atau kehidupan di masa tua.
Namun perbedaannya terletak pada pola pikir kita dan bagaimana cara kita memandang sesuatu dan cara kita menjalani kehidupan ini.
Rasul Paulus dalam setiap pengajarannya sering kali menekankan agar kita sebagai orang percaya memiliki pertumbuhan semakin dewasa secara rohani, yaitu terus bertumbuh menjadi seperti Kristus. Ciri-ciri orang yang sudah dewasa adalah tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran sesat, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih.
Hidup kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala (Efesus 3:14-15) sehingga segala sesuatu yang dilakukan senantiasa didasarkan atas apa kata Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah pedoman di dalam memutuskan segala sesuatu di dalam hidup kita.
Orang yang dewasa tidak akan mudah terpengaruh oleh nilai-nilai duniawi, melainkan memiliki pembaharuan budi sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2).
Kita harus menjadi anak-anak dalam kejahatan tetapi menjadi dewasa di dalam pemikiran (1 Korintus 14:20). Artinya seorang anak kecil yang masih polos dan tidak bisa menyembunyikan kejahatan serta tidak tahu-menahu atau mengerti cara berbuat jahat.
Orang yang dewasa, sebelum berbuat selalu memikirkan akibatnya. Orang yang dewasa hidupnya harus mampu menjadi teladan dan cakap mengajar orang lain, mereka tidak lagi memerlukan susu melainkan makanan yang keras. Artinya, tidak hanya cakap mengajar saja tetapi juga menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari.
la tidak lagi seharusnya diajar dengan prinsip-prinsip dasar Firman Tuhan karena sudah memiliki pemahaman tentang ajaran kebenaran. Orang yang dewasa memiliki panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat dan siap untuk ditegur (Ibrani 5:12-14). Firman Tuhan bukanlah menjadi bahan perdebatan tetapi menjadi gaya hidup sehari-hari. Amin [RSN]
Question:
1. Bagaimana ciri-ciri orang yang dewasa?
2. Bagaimana proses pendewasaan hidup anda?
Values:
Orang yang dewasa senantiasa berpegang pada kebenaran Firman Tuhan sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran sesat.
Kingdom Quote:
Orang yang dewasa tidak menjadikan Firman Tuhan sebagai bahan perdebatan tetapi menjadikannya pedoman hidup sehari-hari.
See also  Why Not Me?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*