Mujizat Bukan Untuk Pemalas

“Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”_ Kisah Para Rasul 3:6
Tidak beberapa lama sesudah kegerakan besar pasca turunnya Roh Kudus, dalam Kisah Para Rasul 3:1-3 tercatat bahwa ketika akan sembahyang di Bait Allah, Petrus dan Yohanes bertemu dengan orang lumpuh yang menjadi pengemis di dekat pintu gerbang Bait Allah, yaitu Gerbang Indah. Si lumpuh duduk dekat pintu Gerbang Indah agar dapat dilihat dan dikasihani orang-orang yang hendak pergi bersembahyang di Bait Allah sehingga ia akan diberikan sedekah. Sudah menjadi kebiasaan bagi orang Israel untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang miskin, khususnya saat mereka akan pergi beribadah ke Bait Allah.
Petrus dan Yohanes yang saat itu hendak ke Bait Allah juga melewati si pengemis. Petrus mengetahui bahwa si lumpuh tidak bekerja dan hanya meminta-minta sedekah saja. Ketika si lumpuh memohon sedekah kepada Petrus dan Yohanes, Petrus justru menyuruh si lumpuh untuk melihat (blepo-Yunani: mengamati secara seksama) kepada Petrus dan Yohanes, dan karena Petrus tahu si lumpuh terbiasa mengemis maka ia menegaskan bahwa ia tidak akan memberikan uang, tapi ia mau memberikan kuasa kesembuhan dalam nama Yesus Kristus.
Lalu dalam ayat 7-8 disebutkan bahwa Petrus memegang tangan kanan si lumpuh kemudian membantunya untuk berdiri, sehingga akhirnya mata kaki dan kaki si lumpuh menjadi kuat. Akhirnya si lumpuh pun bisa berjalan dan melompat-lompat.
Allah tidak ingin kita menjadi malas, sekalipun kita sedang dalam kesusahan dan keadaan yang tidak mengenakkan. Ia mau memberikan kuasa dan mujizat untuk menyembuhkan kita, atau melepaskan dari masalah kita, namun kunci utamanya adalah kita harus bekerja dan tidak menjadi malas lalu sekedar meminta-minta saja. Karena bekerja adalah langkah iman. Persis seperti kisah si lumpuh, Petrus meminta si lumpuh untuk melihat dengan seksama ke dirinya lalu memegang tangan kanan si lumpuh kemudian membantunya untuk berdiri.
Apapun masalah Anda saat ini, entah itu sakit penyakit, masalah keuangan, masalah dalam hubungan, masalah pekerjaan, bahkan· masalah hukum sekalipun, Anda hanya akan menerima mujizat dari Tuhan jika Anda mau bangkit berdiri dan meninggalkan segala kemalasan Anda.
Berhentilah menjadi pengemis, berhentilah duduk di pintu gerbang meminta-minta belas kasihan orang yang lalu lalang dalam kehidupan Anda. Terobosan dan mujizat besar akan terjadi dalam hidup Anda, sejauh mana Anda mau bangkit dari kemalasan Anda. Jika Anda sendirian, carilah orang-orang seperti Petrus dan Yohanes, yang mampu mengulurkan tangan mereka untuk membantu Anda bangkit berdiri. Sebaliknya, jika Anda adalah Petrus dan Yohanes, jangan hanya berikan sedekah, tapi peganglah tangan kanan si lumpuh dan bantulah ia berdiri, sehingga ia bangkit dari kemalasannya dan menerima kuasa mujizat dari Allah. Amin [YMH]
Question:
1. Mengapa mujizat tidak terjadi kepada orang yang malas?
2. Apakah Anda sedang menantikan mujizat Tuhan? Apa yang sudah Anda kerjakan saat ini?
Values:
Terobosan dan mujizat besar akan terjadi dalam hidup Anda, sejauh mana Anda mau bangkit dari kemalasan Anda.
Kingdom Quote:
“Orang yang tidak mau bekerja, tidak boleh makan!” (2 Tesalonika 3:10)
See also  Menang Undian

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*