Pasien yang Menjengkelkan

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Yakobus 1:22
Saya punya teman semasa SMA dulu yang sudah jadi dokter spesialis penyakit dalam. Pada waktu kami ketemu di reuni tahun 2019 sebelum pandemi covid-19, dia bercerita kepada teman-temannya seperti berikut, ”Tahukah kamu, pasien yang paling menjengkelkan adalah pasien yang tidak mengikuti perintah-perintah dokter yang merawatnya”.
Pasien semacam itu datang ke ruang praktek dokter dengan suatu keluhan, lalu minta diperiksa dan mendengarkan perintah dokter tentang apa yang harus ia lakukan supaya sembuh. Namun ia tidak melakukan diet yang dianjurkan dokter, tidak minum obat dan tidak menghindari hal-hal yang tidak boleh dilakukan atau dimakan. Tetapi bulan berikutnya, ia datang lagi dengan keluhan yang sama.
Demikian juga Tuhan mempunyai ”pasien-pasien yang menjengkelkan” yaitu orang-orang Kristen yang mendengar firman-Nya, mengerti, tetapi tidak melakukan. Seberapa seringnya kita menjadi seperti ”pasien-pasien yang menjengkelkan” itu? Beruntung sekali kita mempunyai Tuhan yang sangat panjang sabar, tetapi Ia juga tidak diam begitu saja melihat kita seperti itu.
Ia tidak ingin melihat kita menjadi ”pasien yang terus menerus menjengkelkan”, sehingga Ia mendidik dan menghajar kita untuk kebaikan kita. ”Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?” (Ibrani 12:7-9)
Bapa menghajar dan mendidik kita, supaya kita menjadi anak yang taat dan bukan anak-anak gampangan. Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
Karena itu marilah kita menjadi pasien atau anak yang taat, sehingga kita dapat menyenangkan hati Bapa, dengan melakukan segala firman-Nya, bukan hanya sekedar menjadi pendengar saja. Niscaya kita bisa turut mengambil bagian dalam kekudusan-Nya, amin. [AU]
Questions:
1. Sudahkah Anda hidup taat terhadap firman-Nya?
2. Ketaatan apa yang hari-hari ini Tuhan tuntut dalam hidup Anda? Bagaimana hasilnya?
Values:
Bapa menghajar dan mendidik kita, supaya kita menjadi anak yang taat dan bukan anak-anak gampangan.
Ketaatan Anda terhadap perintah-Nya menyenangkan-Nya, dan itu diperhitungkan-Nya sampai kekekalan.
See also  Persungutan yang Mencelakakan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*