Pengharapan di Dalam Tuhan

“Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.”  Kisah Para Rasul 24:15
Masih hangat berita bulan Maret 2021 yang lalu, team bulu tangkis Indonesia di All England dipaksa untuk tidak bermain dan diusir dari lapangan, hanya gara-gara mereka satu pesawat dengan orang yang postif covid-19. Sungguh suatu perlakuan yang tidak adil dan tidak fair bagi para pemain Indonesia yang jelas sudah melewati proses ketat protokol kesehatan, bukan hanya test antigen dan PCR mereka negatif, bahkan mereka juga sudah di vaksin covid-19.
Sementara ada pemain dari Denmark, India dan Thailand yang hasil tesnya positif dalam dalam satu hari bisa berubah jadi negatif dan mereka semua boleh bertanding. Apa yang dialami oleh para pemain Indonesia ini telah menghancurkan harapan mereka untuk menjadi juara All England, bahkan masyarakat Indonesia di tanah air menjadi sangat marah.
Pengharapan yang sudah disertai dengan persiapan dan latihan yang tekun, dihancurkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya integritas. Pengharapan hanya ada di dalam Tuhan, pengharapan kepada manusia hanya akan menimbulkan kekecewaan dan kepahitan. Di dalam Alkitab, Paulus berkata _”Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga ….”_.
Paulus yakin benar untuk apa dirinya hidup. Dalam segala keadaan yang harus dihadapi, baik suka maupun duka, baik kekurangan maupun kelimpahan, dalam keadaan aman atau terancam bahaya, serta keadaan yang silih berganti yang berlawanan dan membuatnya kebingungan, hal itu tak menjadikannya kehilangan akal, apalagi meninggalkan Tuhan yang dipercayainya. Itulah yang membuat Paulus tetap berhasrat dan bersemangat, bahkan hingga saat-saat akhir hidupnya.
Sebelumnya, ketika Paulus akan pergi ke Yerusalem, dirinya sudah diperingatkan bahwa akan mengalami aniaya. Bahkan sebelumnya, permohonan jemaat Efesus agar hamba Tuhan itu jangan masak ke kota yang siap membinasakannya, itu juga ditolak oleh Paulus. Demikian juga setelah ia masuk penjara dan tinggal menunggu hukuman mati yang akan mengakhiri kiprah pelayanannya. Bagi Paulus, segala yang terjadi dalam kehidupan maupun pelayanannya hanya membuahkan optimisme tentang pengharapan di dalam Tuhan dalam kehidupan ini (Roma 5:1-5). Ia tahu di balik kesengsaraannya, telah tersedia penghargaan yang sangat dinanti-nantinya. Paulus memiliki pengharapan besar yang membuatnya selalu bersemangat dan berani menghadapi segala resiko.
Sebagai orang percaya, kita juga memiliki pengharapan di dalam Tuhan. Apa pun yang harus kita jalani hari ini, marilah kita menyandarkan pengharapan kepada Tuhan, agar olehnya kita diberi kekuatan untuk membuahkan karya terbaik di hari ini. Amin [AU]
Question:
1. Apakah setiap orang percaya pasti dapat memelihara?
2. Apakah Anda sering mengalami masalah dan penderitaan dalam hidup Anda karena Kristus? Bagaimana respon Anda?
Values:
Pengharapan hanya ada di dalam Tuhan, pengharapan kepada manusia hanya akan menimbulkan kekecewaa dan kepahitan.
Kingdom Quote:
Berharaplah hanya kepada Tuhan, karena hanya Dia yang tidak akan pernah mengecewakan!
See also  Pengharapan yang Benar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*